Pertunjukan Festival PEKA 2026: Saat Kunang-Kunang Menyalakan Kebudayaan
Festival & Cultural Events

Pertunjukan Festival PEKA 2026: Saat Kunang-Kunang Menyalakan Kebudayaan

July 31, 2026 3 min read
CMS Profile
Published on July 31, 2026
Last updated: Jul 31, 2026
Pertunjukan Festival PEKA 2026: Saat Kunang-Kunang Menyalakan Kebudayaan

Pertunjukan Festival PEKA 2026: Saat Kunang-Kunang Menyalakan Kebudayaan

Festival PEKA 2026 membuktikan bahwa kolaborasi seni, budaya, alam, dan masyarakat mampu melahirkan ekosistem kebudayaan yang inklusif, berdampak, dan berkelanjutan.

Pertunjukan Festival PEKA 2026: Saat Kunang-Kunang Menyalakan Kebudayaan

 

Festival Pekan Kunang-Kunang Kebudayaan (Festival PEKA) 2026 berhasil diselenggarakan sebagai puncak rangkaian Program Pendayagunaan Ruang Publik yang didukung melalui Dana Indonesiana – Dana Abadi Kebudayaan LPDP. Festival ini menjadi ruang presentasi hasil pembinaan, lokakarya, kurasi, produksi, dan penciptaan karya yang memperlihatkan keberhasilan pembangunan ekosistem kebudayaan berbasis kolaborasi antara seniman, masyarakat, pemerintah, akademisi, pelaku UMKM, dan komunitas budaya.

 

Mengusung tema "Kunang-Kunang Kebudayaan", Festival PEKA 2026 menghadirkan model penyelenggaraan festival yang menempatkan hubungan manusia, alam, dan kebudayaan sebagai fondasi utama proses penciptaan artistik. Bentang alam Taman Nara Bestari tidak hanya berfungsi sebagai lokasi kegiatan, tetapi dikurasi menjadi ruang artistik terbuka yang menyatu dengan pertunjukan melalui pendekatan lanskap budaya (cultural landscape), seni instalasi, tata cahaya kreatif, multimedia, dan teknologi artistik. Pendekatan tersebut menghasilkan pengalaman budaya yang imersif sekaligus memperkuat identitas lokal melalui perpaduan seni tradisi dan seni kontemporer.

 

Sebagai capaian utama program, festival berhasil mempresentasikan 20 karya seni rupa hasil kurasi, menyelenggarakan Pagelaran Sendratasik Kunang-Kunang Kebudayaan, serta meluncurkan karya orisinal berupa komposisi musik dan koreografi tari hasil kolaborasi antara seniman profesional dengan peserta lokakarya. Seluruh karya merupakan manifestasi dari proses pendampingan, kurasi, dan produksi yang telah dilaksanakan sepanjang rangkaian program.

 

Dari aspek pengembangan sumber daya manusia kebudayaan, Festival PEKA 2026 mencatat capaian yang signifikan. Sebanyak 39 seniman profesional lintas disiplin berkolaborasi dalam proses kreatif bersama 70 peserta lokakarya atau 100 persen dari target peserta, yang terlibat aktif dalam produksi karya seni rupa, pertunjukan, pembuatan kostum, properti artistik, instalasi ruang, hingga penciptaan 100 lampion Kunang-Kunang Kebudayaan sebagai elemen visual utama festival. Keterlibatan peserta dalam seluruh tahapan produksi menunjukkan keberhasilan proses transfer pengetahuan, peningkatan kapasitas, serta regenerasi pelaku seni yang menjadi salah satu tujuan utama program.

 

Festival juga memperlihatkan keberhasilan dalam memperluas akses masyarakat terhadap aktivitas kebudayaan. Sebanyak 150 undangan resmi disampaikan kepada unsur pemerintah, akademisi, komunitas seni, media, pelaku budaya, dan mitra strategis. Pada pelaksanaan kegiatan, festival berhasil menarik sekitar 500 pengunjung dari berbagai kalangan masyarakat, dengan tingkat antusiasme yang melampaui kapasitas area pagelaran. Tingginya partisipasi publik tersebut menjadi indikator meningkatnya apresiasi masyarakat terhadap ruang ekspresi seni dan budaya yang berkualitas.

 

Dampak ekonomi kreatif turut menjadi capaian penting Festival PEKA 2026. Sebanyak 12 pelaku UMKM berpartisipasi aktif dalam kawasan festival dengan dukungan 5 unit tenda yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Jember. Kehadiran UMKM memperkuat integrasi antara aktivitas kebudayaan dan pemberdayaan ekonomi lokal sehingga festival tidak hanya menghasilkan nilai artistik, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

 

Keberhasilan festival juga tercermin dari tingginya eksposur publik melalui pemberitaan media. Puluhan media pemerintah maupun media swasta meliput pelaksanaan Festival PEKA 2026, memperluas jangkauan informasi sekaligus memperkuat posisi festival sebagai salah satu agenda kebudayaan strategis di Kabupaten Jember. Capaian tersebut menunjukkan efektivitas strategi komunikasi publik yang dibangun selama rangkaian program sekaligus meningkatkan visibilitas kebudayaan lokal pada tingkat regional.

 

Secara keseluruhan, Festival PEKA 2026 berhasil melampaui fungsi sebuah pertunjukan seni. Festival ini menjadi model praktik baik pengelolaan ruang publik berbasis kebudayaan yang mengintegrasikan pembinaan, kurasi, produksi, presentasi karya, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan ekonomi kreatif dalam satu ekosistem yang berkelanjutan. Melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis partisipasi masyarakat, festival menghasilkan dampak nyata berupa penguatan kapasitas pelaku budaya, regenerasi seniman, peningkatan akses publik terhadap kebudayaan, penguatan ekonomi kreatif lokal, serta peneguhan kebudayaan sebagai instrumen strategis pembangunan daerah.

 

Dengan capaian tersebut, Festival Pekan Kunang-Kunang Kebudayaan (Festival PEKA) 2026 menegaskan bahwa investasi pada kebudayaan tidak hanya menghasilkan karya seni yang berkualitas, tetapi juga membangun modal sosial, memperkuat identitas daerah, mendorong inovasi kreatif, serta menghadirkan model pembangunan berkelanjutan yang berakar pada kekayaan budaya dan partisipasi aktif masyarakat.

Tags

#eco-friendly #technology #events

Related Articles

Chat with us on WhatsApp